setinggi langit-langit doang?
- di dalam mobil, saat iyo dan wince (fyi, kakaknya iyo) sedang rukun dan membahas hal hal yang ga penting...
- iyo: eh nok *panggilan aku ke dia*
- wince: apah?
- iyo: aku punya quote yang jayus, tapi bagus. aku lupa siapa yang bikin.
- wince: apaan?
- iyo: GANTUNGKAN CITA CITAMU SETINGGI LANGIT... LANGIT RUMAH!
- wince: *bengong* garing ah. tapi, emang kenapa setinggi langit-langit rumah?
- iyo: soalnya masih bisa digapai. tinggi, tapi nggak impossible.
- wince: *tambah bengong* maksud?
- iyo: yah, sok aja nih. kalau kita gantung setinggi langit, kan mau pake roket juga belum tentu bisa keambil. tapi, kalau setinggi langit-langit rumah, naik aja meja, voila, pasti bisa digapai.
- wince: *mencoba ngebojeg* kalau rumahnya dua lantai, gimana ayoh?
- iyo: *mikir* OH YA. aku tau. naik tangga ke lantai dua, ambil tangga lipat, buka tangga lipat, naek, ambil deh tuh cita cita.
- wince: oh.
- iyo: BTW QUOTENYA BAGUS YA, AKU MAU MASUKIN TUMBLR AH.
- wince: jangan, aku yang harus masukin!
- iyo: iya sih, kalau aku yang masukin, ntar jadi narsis dong.
- iyo sama wince: *ketawa*

